-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Tegaskan Sanksi Berat untuk Importir Pakaian Bekas Ilegal

Selasa, 28 Oktober 2025 | Oktober 28, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-10-28T03:41:24Z


Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya untuk menindak tegas praktik impor pakaian bekas ilegal yang masih marak terjadi. Ia meminta seluruh pelaku usaha segera menghentikan aktivitas impor bal pakaian bekas (balpres) sebelum pemerintah menjatuhkan sanksi berat.

Menurut Purbaya, pemerintah tengah menyiapkan regulasi baru yang memperkuat ketentuan sanksi bagi importir ilegal. Tak hanya pidana dan pemusnahan barang bukti, para pelaku juga akan masuk dalam daftar hitam atau diblokir seumur hidup dari seluruh aktivitas impor.

“Yang terlibat akan saya larang impor seumur hidup,” tegasnya saat ditemui di Gedung Bank Mega, Jakarta, Senin (27/10).

Ia menegaskan, pemerintah tidak akan mentolerir bentuk penolakan apa pun terhadap kebijakan pemberantasan impor pakaian bekas.

“Kalau ada yang menolak, berarti dia pelakunya. Jadi saya tangkap duluan,” ujar Purbaya.

Lebih lanjut, ia menilai sikap penolakan justru menjadi bukti pengakuan keterlibatan dalam praktik ilegal tersebut. “Kalau mereka protes, itu malah memudahkan kami. Artinya mereka mengaku pengimpor ilegal,” katanya.

Sebagai langkah konkret, Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai akan memperketat pengawasan di area pelabuhan. Fokus razia akan diarahkan ke jalur masuk barang impor, bukan di pasar-pasar yang menjual produk thrifting seperti Pasar Senen, Jakarta.

“Saya tidak akan razia ke pasar. Kami fokus di pelabuhan. Kalau suplai berkurang, otomatis barang di pasar juga berkurang. Nanti lama-lama hilang sendiri,” jelasnya.

Purbaya berharap para pedagang di pasar bisa beralih menjual produk-produk lokal, khususnya hasil produksi pelaku UMKM dalam negeri. Langkah ini diharapkan dapat menggerakkan kembali industri tekstil nasional yang sempat terdampak banjirnya produk pakaian bekas impor.

“Saya harap pedagang mulai mengambil barang dari produk UMKM kita. Itu cara paling nyata untuk mendukung ekonomi dalam negeri,” tutupnya.

×
Berita Terbaru Update