Destita Dorong Perluasan Kerja Sama Indonesia–Australia yang Berdampak bagi Bengkulu
Jakarta – Anggota Komite III DPD RI, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., mendorong perluasan kerja sama Indonesia–Australia yang memberikan dampak langsung bagi pembangunan daerah, khususnya Provinsi Bengkulu. Hal tersebut disampaikannya dalam pertemuan Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) DPD RI dengan Wakil Duta Besar Australia, pada 29 Januari lalu.
Destita menilai kerja sama Bengkulu–Australia selama beberapa tahun terakhir telah berjalan efektif, terutama dalam penguatan inklusi sosial. Salah satu bentuk kolaborasi yang memberikan manfaat nyata adalah pendirian desa dan kelurahan inklusi difabel di Kabupaten Rejang Lebong dan Kota Bengkulu.
Ia menjelaskan, kemitraan antara Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) dengan Perkumpulan Mitra Masyarakat Inklusi (PMMI) Bengkulu, yang didukung Kementerian Australia melalui pendanaan hibah, telah berjalan sejak Maret 2024. Program tersebut mendukung penguatan inklusi difabel di enam wilayah, yakni Desa Kampung Delima, Lubuk Ubar, dan Rimborecap di Kabupaten Rejang Lebong, serta Kelurahan Sawah Lebar, Kebun Roos, dan Anggut Atas di Kota Bengkulu.
“Kita memiliki kerja sama dengan Provinsi Bengkulu, khususnya di Kabupaten Rejang Lebong, untuk pendirian desa inklusi difabel. Kami sangat berterima kasih karena kerja sama ini memberi manfaat besar bagi masyarakat,” ujar Destita.
Selain sektor sosial, Destita juga mendorong penguatan kerja sama di bidang pendidikan. Ia berharap terjalin kemitraan antara Universitas Bengkulu dengan University of New England (UNE) dan Western Sydney University (WSU), terutama dalam program pertukaran mahasiswa, beasiswa, serta kolaborasi akademik dan riset.
Di sektor ekonomi, Destita menyoroti potensi Bengkulu sebagai penghasil kopi dan berbagai produk unggulan UMKM. Ia berharap kerja sama dengan Australia dapat membuka peluang promosi dan akses pasar internasional bagi UMKM daerah, termasuk melalui pameran dan eksibisi di Australia.
“Potensi UMKM Bengkulu sangat besar. Jika pemerintah Australia menggelar pameran atau eksibisi, kami berharap daerah dapat dilibatkan untuk membawa produk unggulan, budaya, dan potensi lokal ke Australia,” katanya.
Destita menegaskan, kerja sama bilateral yang berorientasi pada kebutuhan daerah akan memperkuat hubungan Indonesia–Australia sekaligus memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah.
